Rabu, 25 Januari 2012

Media Turki Sebut Presiden Prancis Setan

ANKARA - Suratkabar di Turki melontarkan kecaman terhadap Presiden Prancis Nicolas Sarkozy ketika Parlemen Prancis merancang undang-undang pembantaian Armenia yang dianggap menghina Turki. Sarkozy bahkan disebut setan oleh media Turki.

Para anggota Parlemen Prancis yang berasal dari partai pimpinan Sarkozy mendukung pemberlakuan undang-undang yang amat dikecam oleh Turki. Rancangan undang-undang itu bahkan akan berubah menjadi hukum di Prancis pada Februari mendatang, setelah ditandatangani oleh Sarkozy.

Sementara itu, headline suratkabar di Turki terang-terangan menuliskan kalimat "Sarkozy si Setan," "Sarkozy membantai demokrasi," dan lainnya. Pemerintah Turki sebelumnya menilai undang-undang kontroversial itu sangat berbau rasis dan anti-Turki. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (25/1/2012).

Hubungan Turki dan Prancis sudah memburuk sejak dulu karena Sarkozy menghalangi Turki bergabung dalam Uni Eropa. Munculnya undang-undang itu dinilai akan semakin memperburuk hubungan dua negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) tersebut.

Lewat undang-undang itu, siapapun yang menyangkal adanya peristiwa pembantaian Armenia akan dihukum dan diberikan denda yang cukup besar. Turki marah karena para sejarahwan mengatakan, bahwa pembantaian itu melibatkan Kekaisaran Ottoman Turki. Hingga saat ini, Turki menegaskan, negaranya tidak pernah terlibat dalam pembantaian para warga etnis Armenia pada Perang Dunia I.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan justru membalas sikap Prancis dengan mengatakan, Prancis membantai warga Aljazair di masa penjajahan.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More