Jumat, 23 Maret 2012

Kasihan, RI Tak Punya Kekuatan Calonkan Sri Mulyani Jadi Bos Bank Dunia

Jakarta - Pemerintah mengaku sangat ingin mengajukan mantan menteri keuangan Sri Mulyani sebagai calon Presiden Bank Dunia. Namun Indonesia tak punya kekuatan menggeser dominasi AS.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menilai keinginan masyarakat agar Sri Mulyani maju dalam ajang pemilihan Presiden Bank Dunia harus disertai dengan pemikiran yang realistis.

"Kalau kita kepengennya sih (Sri Mulyani menang), siapa tidak kepengin putra/putri Indonesia memimpin Bank Dunia, tapi kita harus realistis melihat kekuatan kita, jangan maju tapi kita tidak mengukur kemampuan kita," ujar Hatta ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Menurut Hatta, peluang Sri Mulyani untuk menyingkirkan calon-calon dari negara dominan di Bank Dunia, seperti negara-negara Eropa dan tentunya AS cukup sulit.

"Ya harus mengukur, kalau namanya IMF, World Bank itu adalah kekuatan Eropa dan Amerika Serikat karena mereka itu shareholder terbesar. Kalau mereka dukung kita jadilah, kalau dia tidak mendukung berat juga karena mereka memiliki voting rights yang lebih besar daripada kita, jadi realistis saja kita melihat," ungkapnya.

"Jadi tidak ada kaitannya dengan apakah kita menjago-jagokan, tentu kita ingin," tandasnya.

Seperti diketahui, sesuai jadwal yang ditetapkan, pendaftaran kandidat akan berakhir pada hari ini, 23 Maret 2012. Pemilihan presiden akan ditentukan Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia melalui wawancara hingga akhirnya terpilih tiga calon terkuat. 

Satu dari tiga calon itu akan dipilih sebagai presiden pada pertemuan musim semi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington, Amerika Serikat, 20 April 2012. Sebanyak 187 negara anggota Bank Dunia telah menyatakan komitmennya untuk menjalankan proses pemilihan ini dengan adil.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More