Selasa, 13 Desember 2011

Pemblokiran BlackBerry Jadi Jalan Terakhir


Asahan, Sumatera Utara - Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Syukri Batubara mengakui bisa saja mempertimbangkan opsi 'memasung' BlackBerry, jika Research In Motion (RIM) tidak menaati aturan pemerintah. Namun langkah ini baru akan dilakukan jika negosiasi dengan RIM selaku produsen BlackBerry sudah mentok.




"Perlu dicatat kalau pemblokiran tersebut adalah jalan terakhir. Sampai sekarang, kita masih berupaya bernegosiasi dengan RIM," tutur Syukri, yang juga menjabat sebagat Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo itu di sela peresmian Desa Informasi di Kabupaten Asahan, Sumut.

Seperti diberitakan sebelumnya, BRTI kecewa dengan RIM yang dinilai tidak memenuhi janjinya. Misalnya dengan tidak membangun server network agregator atau data center di Indonesia.

"Patut diingat kita ini adalah konsumen besar BlackBerry. Masak mereka malah bangun fasilitas di luar, bangun pabrik misalnya malah di Malaysia," cetusnya.

Syukri mengakui pembicaraan dengan RIM berlangsung alot. Namun pemerintah akan mengambil langkah tegas jika mereka ingkar janji. 

'Pemasungan' yang dimaksud adalah memblokir layanan BlackBerry Internet Services (BIS). Dengan demikian jika benar dilakukan, BlackBerry masih akan tetap bisa beroperasi, namun seperti ponsel biasa saja tanpa layanan khususnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More